Surat untuk diriku sendiri pada usia 45 tahun
Soroako, 3 Maret
2016
Untuk Aqila Dwi
Salsabila
Di usia 45 tahun.
Assalamu ‘alaikum.
Hai diriku yang ada di masa depan, apa kabarmu saat
ini? Kuharap engkau sehat dan kamu lebih baik dari aku saat ini. Luangkanlah
sedikit waktumu untuk membaca suratku ini, walaupun kamu sekarang sudah sangat
sibuk oleh rutinitasmu yang banyak menyita waktumu. Bagaimana keluargamu?
Berapa anakmu? Apakah mereka sudah besar-besar?
Saya berharap kamu bahagia.
Ingatkah engkau waktu masih playgroup, prestasi
sudah kamu ukir. Waktu itu kamu lulusan terbaik, di TK pun demikian. Ketika di
SD, kamu masuk sebagai nominasi tujuh besar Lomba INAICTA tahun 2012 di Jakarta. Kamu merasa bangga tapi
tidak dalam arti menyombongkan diri. Bayangkan saja seorang anak dari pelosok
desa diujung Sulawesi Selatan bisa juga ikut lomba di Jakarta. Kamu sempat
berfoto dengan seorang menteri, Pak Tifatul S. Terbersit dihatimu waktu itu,
kelak bila aku besar aku mau juga menjadi menteri. Lalu saat kelulusan SD, kamu
menjadi siswa terbaik dengan nilai tertinggi ijazah dan Ujian Nasional, itu
menjadi modal bagimu untuk melangkahkan kaki ke jenjang selanjutnya. Apakah
impianmu itu sudah kamu gapai saat ini?
Di SMP, kamu
pernah membuat sebuah proyek sekolah impian. Sekolah impianmu itu bernama International
Future Technology Senior High School. Sekolah itu masuk kategori boarding
school dan hanya mengajarkan atau berfokus pada pelajaran sains dan teknologi.
Sekolahnya dilengkapi dengan fasilitas yang semua serba canggih serta kelasnya
yang nyaman, ber-AC, dan siswa menggunakan iPad untuk menulis. Siswa-siswi 60%
warga asli Indonesia dan 40% warga asing. Sekolah itu hanya menerima 200 siswa
per tahun, guru-gurunya juga terkenal intelektual. Sekolah itu juga menyiapkan
asrama bagi siswa-siswi. Alumni sekolah itu banyak yang berhasil lulus ke
jenjang berikutnya dengan nilai yang sangat memuaskan. Lokasi sekolahnya sangat
luas, bersih, dan tertata rapi. Sudahkah dirimu membangun sekolah yang engkau
impikan selama ini? Aku sangat ingin melihatnya.
Selain ingin membangun sekolah teknologi dan sains berskala
internasional, sebenarnya impianmu adalah menjadi dokter. Engkau begitu ingin
membahagiakan orang-orang yang menyayangimu membuat mereka bangga dengan impian
yang ingin kamu raih. Engkau ingin mengelilingi Indonesia untuk membantu
orang-orang agar sembuh dari penyakitnya tanpa pamrih. Kemudian dirimu membuka tempat
praktek dan apotik gratis bagi orang yang tidak mampu dan terbuka selama 24 jam.
Apakah cita-cita mu ini sudah tercapai? Sudahkah engkau membuat semua
keinginanmu terlaksana? Aku berharap itu tercapai dan membuatmu bahagia.
Pernahkah engkau mengingat apa yang kamu tulis di
kertas lalu engkau simpan? Dirimu menulis di kertas itu kelak ketika besar
ingin membuat masjid dan pesantren serta naik haji dan umroh bersama keluarga
besarmu? Engkau ingin membuat masjid yang megah, berlantai dua, serta unik.
Pada lantai pertama, terdapat tempat wudhu yang sangat bersih, pada lantai
kedua, didalam masjid terlukis nama Allah
SWT dan Muhammad SAW yang sangat besar menggunakan emas, lalu lampu hias
yang terbuat dari perak dan kristal, lalu setiap sudut masjid terdapat lemari
besar dari kaca yang isinya Al-Qur’an dan buku-buku mengenai Agama Islam, serta
tempat alat sholat. Sedang pesantren ingin kau bangun di sebuah pelosok negeri
dengan luas 2 hektar, sudah sangat lengkap dengan fasilitas yang canggih dan
membuat para santri nyaman. Wahai sobat, impianmu untuk keliling dunia apakah
juga sudah kamu dapatkan? Negara mana saja yang telah kamu injak? Haji dan
umrohmu apakah juga sudah terlaksana?
Bagaimana rumahmu saat ini? Apakah rumahmu sama
seperti rumah yang kamu buat di permainan yang sangat kamu suka mainkan waktu
kecil? Di permainan itu, rumahmu bertingkat empat dan mempunyai basement. Pada
lantai pertama terdapat ruang tamu dengan sofa berwarna putih, speaker besar,
dan bermacam-macam tropi. Lalu ruang makan dengan nuansa serba putih dan
terdapat bar mini. Pada lantai kedua, terdapat kamar utama, ruang keluarga, dan
mini gym. Di ruang keluarga terdapat televisi besar dan canggih, akuarium
berwarna coklat muda, dan sofa berwarna coklat tua. Pada lantai tiga, terdapat
kamar tidur dua dan teras. Di setiap kamar terdapat kamar mandi dan menggunakan
bathtub. Di teras, terdapat mini bar, tempat duduk, dan alat untuk melukis.
Pada lantai 4, terdapat kamar tidur satu dan ruangan musik. Pada basement,
terdapat ruangan untuk bermeditasi, yoga,
sauna, mandi lumpur, dan mandi air panas. Sedang di sekitar rumah
terdapat kolam renang, kebun untuk menanam buah dan sayur, tempat untuk
memanggang makanan, tenda kecil, api unggun serta digarasi terdapat tiga
mobilmu.
Hai sobat,waktu itu kamu tidak pernah berpikir bahwa
untuk mencapai itu butuh perjuangan, semangat, dan kerja keras, kamu begitu
percaya diri meyakini bahwa kau lebih dari yang lain, kamu adalah pionir
kebahagiaan di keluargamu, padamu dipercayakan masa depan keluargamu. Kamu punya
mimpi yang banyak.
Hai diriku di masa depan, tersenyumlah, bersyukurlah
dengan apa yang kamu telah miliki sekarang, karena dengan begitu engkau pasti
merasa cukup. Indikator kekayaan bukan dilihat dari seberapa banyak yang kamu
punya, tapi rasa syukurmu terhadap apa yang kamu punya sekarang. Berjuanglah,
raihlah semua yang saat ini engkau dambakan. Bahagiakanlah mereka yang telah mengorbankan
banyak hal untukmu. Jangan takut dengan masalah yang ada di depanmu karena
Allah SWT tidak pernah membebani kamu diluar kesanggupanmu, hingga membuatmu
terus berkembang dan maju seperti saat kamu membaca surat ini.
Hai diriku yang sedang membaca surat ini, jangan
pernah mengeluh dan mundur. Jalanilah dengan penuh keyakinan. Percayalah bahwa
Allah SWT akan selalu mendampingimu, membantumu, dan mempersiapkan yang terbaik
untukmu. Jika kamu yakin maka engkau akan mampu meraihnya, tapi bila kamu sendiri
saja tidak yakin, maka kamu juga tidak akan pernah mampu meraihnya. Optimislah
dalam menjalani hidup. Aku akan sanggat bangga jika kamu sukses apalagi ibu,
ayah, kakak, dan mereka semua yang menyayangimu. Tersenyumlah wahai sobatku, sukses
selalu untukmu dan salam sayang terkhusus untukmu,suami dan anak-anakmu. Akhir
kata sampai ketemu disurat berikutnya.
Cium sayang selalu untukmu, Wassalam.
Dirimu di usia
14 tahun
Aqila Dwi Salsabila
Komentar
Posting Komentar