Makan Bersama
Makan Bersama
Aqila
Dwi Salsabila
Ya,
Mayangsati Lara, biasa dipanggil Mayang, itulah diriku. Aku lahir di Kampung
aneh bernama Kampung Brutu dan tinggal di kampung itu juga, namun kampung ini
kampung yang sangat modern karena sudah ada banyak gedung bertingkat,
residence, mall, dan lain-lain, akan tetapi para warga tetap memanggil daerah
ini Kampung Brutu. Tanggal lahirku pun agak unik (menurutku yah!) yaitu
1-1-1997. Nama ayahku Naruswaran L. biasa dipanggil Waran, ibuku bernama Tenri
Dwilarasati dipanggilnya Lara, dan kakakku yang laki-laki namanya Cakra
Naruswaran L. biasa dipanggil Cakra atau Cake’ (kayak mau isi data yah untuk
kartu keluarga, terlalu lengkap). Bisa dikatakan aku itu anaknya orang kaya,
pendek, warna kulitku putih, rambutku pajang dan pirang, serta banyak orang
bilang kalau saya itu chabi. Biarpun aku memang anak orang kaya tapi aku tetap
tersiksa loh! Yang namanya makan bersama keluarga paling jarang, kenapa?
Soalnya orang tuaku satunya manager di perusahaan satunya suka shopping, kalian
taulah siapa yang suka shopping, pastilah ibuku! Mereka semua selalu saja makan
malam di luar dan kalau pulang biasanya jam 12 sampai jam 1 malam! Pasti aku
dan kakakku sudah tidur. Terus kalau sarapan pagi mereka berdua belum bangun,
kalau dikasih bangun mereka marah. Jadi, hanya aku lagi bersama kakakku makan,
dan sarapan pagi selalu saja roti isi keju, coklat, dan strawberry serta susu
dan teh. Semua itu tidak membuatku kenyang, makanya biasanya aku pingsan saat
upacara, kalau kakakku kuat jadi biar tidak makan ia tetap bisa upacara (biasa,
anak laki-laki) kalau aku kan anak maag.
Setelah sarapan kami
segera siap-siap ke sekolah dan menunggu waktu sampai pukul 07.00 WITA. saat
pukul 07.00 WITA, orang tuaku baru bangun, lalu kami salam dan naik ke mobil
untuk berangkat kesekolah diantar Pak Mustak, sang sopir. Sedangkan ayahku baru
berangkat pergi kerja pukul 09.00 WITA dan ibuku baru berangkat shopping atau
kerumah temannya untuk arisan pada pukul 09.30 WITA.
Kami
pun sampai pada pukul 07.20 WITA disekolah. Ya, sekolahku dengan kakakku sama,
yaitu SD Permata Sari. Aku beda 3 tahun dengan kakakku. Dia lahir tanggal
1-2-1994 (tanggal lahir kita sama loh!). Sekolah kami sangat lama, kami sekolah
dari pukul 08.00 WITA sampai pukul 18.00 WITA! terlalu lama, kapan
istirahatnya?! Tapi kami libur dari Hari Jumat sampai Hari Minggu! Yay!
Di
sekolah aku mempunyai banyak teman loh! Begitu juga dengan kakakku, sehingga
kita tidak merasa kesepian, dan asal kalian tau bahwa kakakku orang yang paling
gagah di angkatannya dan aku orang yang paling cantik di angkatanku (Aku tidak
sombong ya! Hehe). Di sekolahku, kakakku sangat disanjung karena ia sangatlah
pintar dan ia selalu menjadi siswa berprestasi, sedangkan aku tidak terlalu
pintar, namun aku bangga mempunyai kakak yang selalu mendukungku dan
melindungiku. Sangat jarang aku merasaka perlindungan dan kasih sayang dari
orang tuaku, hanya dia yang menyayangiku.
“Mayang! Ayo kita pulang! Ibu ada di depan menjemput
kita!” teriak Kak Cakra dari luar kelasku.
“Oya?! Tunggu aku, Kak! Yay! Kita makan sama ibu!”
sorakku mendengar perkataan kakakku.
Dengan cepat aku mengambil tasku dan memegang tangan
kakakku menuju ke mobil limosin yang parkir di depan sekolah. Wah, ibuku ada di
dalam mobil! Artinya ia benar-benar menjemputku! Senangnya! Aku segera masuk ke
dalam mobil bersama kakak dan memeluk ibuku. Ibuku hanya menganggap ini biasa
dan menyuruh Pak Mustak untuk membawa kita ke Hard Rock. Aku kembali cemberut
karena kita makan di sana lagi. Aku hanya ingin makan yang dibuat oleh ibuku
sendiri, serta aku ingin makan bersama keluargaku, bersama ayah, ibu, dan
kakak. Aku hanya ingin itu!
“Saya
pesan cheesesteak 3, smoke beef 3, fruity soda 3, dan cheese burger 2 sesuai
kesukaaan Mayang dan Cakra.” kata ibu Cakra dan Mayang.
“Baik, Nyonya. Saya akan menyiapkannya segera.”
“Ibu? Aku bosan makan disini!!! Aku ingin mencoba
makanan yang dibuat ibu!” ujarku sambil cemberut.
“Iya, Bu. Serta kenapa ayah tidak datang untuk makan
bersama?” tanya Kak Cakra.
“Huft! Kenapa sih kalian bosan? Makanan di sini
enak-enak. Ibu sibuk sehingga tidak bisa masak, Anakku. Ayahmu sudah makan di
kantornya, ia ada meeting di kantornya jadi ia tidak bisa meninggalkan kantornya.”
jawab ibu dengan panjang lebar.
Ya, kami sudah biasa makan di sini, dan aku sangat
bosan makan disini! Sungguh! Dan parahnya kami tidak pernah makan ber-empat,
hanya ber-tiga hingga hanya ber-dua saja, Jengkel deh. Akhirnya aku hanya sibuk
bermain gadgetku dan selfie bersama kakakku sambil muka cemberut.
“We
must to do something, Sis!” (Kita harus melakukan sesuatu, Dek.) kata Kak
Cakra.
Kata
Kak Cakra memang betul! Kita harus melakukan sesuatu agar ibu bisa masak dan
kita bisa makan di rumah ber-empat biarpun makanan itu sederhana.
“Aku dapat ide, Kak!” ujarku.
“Apa itu, Dek?” tanya Kak Cakra sambil penasaran.
“Kita tidur di sofa depan dan menulis di kertas
ariston apa kemauan kita, Kak! Kan ayah dan ibu akan pulang jam 1 nanti, jadi
kita bisa buat sekarang, mumpung besok libur, hehehe.”
“Wah ide yang bagus! Mereka dapat membaca apa yang
kita inginkan! Yasudah, ayo kita buat!”
“Ayo!”
Kita menulis di kertas ariston tentang kemauan kita
yang ingin makan bersama walaupun hanya satu kali serta memakan makanan buatan
ibu. Yah, kita akan lihat apakah ini dapat menggetarkan hati ayah dan ibu
(hehehe, semoga saja. Aamiin.)
Jam
menunjukkan pukul 23.00 WITA, aku dan kakak sudah menempel kertas ariston itu
di atas meja dan kami sudah membaringkan diri di sofa besar yang ada di ruang
keluarga kami. Kemudian kami tertidur dengan pulas. Pukul 01.00 WITA! Pintu
terbuka, dan yang membuka ternyata orang tuaku! Ayah dan ibu melihat kami
tertidur di sofa, kemudian mereka melihat sebuah kertas ariston tertempel di
atas meja, yaitu
“Ayah, Ibu, kami sangat menyayangi kalian, sangat!
Kami tau kalian bekerja keras dan jarang di rumah untuk mencari nafkah buat
kami, untuk membahagiakan kami. Tapi, uang yang kau berikan kepada kami
tidaklah berharga, tidak membuat kami bahagia. Kami kehilangan rasa kasih
sayang darimu yang engkau berikan waktu kami kecil. Kini kita jarang atau
mungkin sudah tidak pernah lagi makan bersama (makan berempat). Kami ingin
makan bersama ayah dan ibu dan makan makanan yang dibuat ibu biarpun itu
sederhana. Kami ingin itu! Seperti teman-teman yang lainnya, serta pergi
jalan-jalan bersama kalian. Sangat tidak enak pergi jalan-jalan hanya berdua!
Regards,
Mayang dan
Cake’.”
Ayah dan ibu menangis membacanya dan menggendong
kami ke kamar dan menyelimuti kami. Aku tidak tau apa yang dibisikkan ibu tadi
malam, yang jelas aku merasakan aku dicium ayah dan ibu, membuatku sangat
senang dan tenang untuk tidur.
“Bangun,
Nak!” kata ibu.
Hari
ini aku dibangunkan ibuku, bukan alarm. Wah senangnya! Aku disuruh untuk mandi
dan memakai jeans biru muda serta baju kaos berwarna biru dan blazerku yang
bermotif bunga. Ketika aku turun, Wah! Ada ayah, ibu, dan Kak Cakra yang
memakai baju berwarna biru dan sudah duduk rapi di meja makan. Dengan cepat aku
turun tangga dan duduk bersama mereka. Ternyata ayah mengambil cuti kerja
selama 2 minggu. Ibu sudah memasakkan kita telur asam, bacoon, sup kangkung,
pizza mini, serta teh hangat. Senangnya bisa makan bersama! Akhirnya kita dapat
makan bersama sambil bercanda. Ayah dan ibu minta maaf kepadaku dan kakak,
mereka berjanji akan meluangkan waktu lebih banyak kepada kita, dan dengan hal
kecil seperti ini, yaitu makan bersama! Yuhuu! Dan ternyata, yang membuatku
terkejut bersama kakak hingga memeluk mereka dan berlari mengambil tas yaitu
kita akan jalan-jalan ke Singapura, Australia, dan Korea! Yay! Kami naik ke
kamar masing-masing , memasukkan charger handphone, kamera DSLR ku, goproku,
dan headphoneku, serta iPodku dan iPadku. Begitu juga dengan kakakku. Masalah
pakaian ternyata sudah diurus oleh si Mbo Kaila, salah satu dari 10 pembantu di
rumahku. Hari ini sangat menyenangkan! Hore! It’s time for holiday and
refreshing with your family, Mayang! Dan asal kalian tau bahwa liburan bersama
keluarga lebih menyenangkan daripada bersama teman atau dengan pacarmu! Hehehe…
Selesai
Komentar
Posting Komentar