Mendadak Jadi K-POPers
Mendadak Jadi K-POPers
Aqila
Dwi Salsabila
Kring…kring…kring…
Alarm
handphoneku berbunyi, tandanya ini sudah jam 05.00 WITA. Saatnya untuk bangun
dari tempat tidur lalu mengambil wudhu dan salat Subuh. Selesai salat Subuh,
aku mulai mandi dan memakai seragamku. Namaku Kim Mina Ya, dipanggil Mina.
Ayahku pengusaha di Korea, sehingga saat aku lahir aku diberikan nama itu,
meski aku tidak tau artinya dan aku sangat tidak suka yang berbau K-O-R-E-A.
Selesai memakai seragam, aku mulai turun menggunakan lift dari lantai 3 ke
lantai 1 dan menuju ke meja makan yang sangat besar. Aku duduk disamping ibuku,
sambil menunggu ayah turun, para asisten rumah tanggaku mulai menyiapkan serta
menyusun makanan dan minuman di atas meja makan. Melihat makanan yang sudah ada
di atas meja makan, ku tak sabar untuk menyantapnya, namun ibu melarang dan
menyuruhku untuk menunggu ayah. Ayah sudah datang menggunakan jas hitam dengan
dasi yang sangat rapi, seperti biasa ayah akan berangkat ke Korea dan akan di
sana selama 1 minggu untuk mengurus usahanya. Kami makan sambil tertawa dan
menceritakan pengalaman masing-masing. Ya, saat ini aku sudah kelas 2 SMP, dan
aku bersekolah di International Global United (sekolah internasioanal dan
terdapat anak-anak dari seluruh dunia, serta anak orang kaya, serta sekolah itu
mempunyai aturan agar semua siswa untuk berbahasa Indonesia!). Selesai makan
aku mengambil tasku dan segera pergi ke sekolah.
“Mina!”
teriak Jessi.
“Oh, hai Jessi. PR dari
Ms. Katrine sudah selesai, belum?” ujarku.
“Sudahlah, nanti kita
dimarahi Ms. Katrine kalau belum selesai lagi. Huft.”
“Pasti! Hmm, kita ke
kantin yuk! Mau beli susu nih!”
“Malas deh! Lebih baik
aku ke kelas saja, cerita dengan teman-teman tentang MV (Music Video) terbaru
BTS!”
“BTS-BTS! Bosan tau
dengarnya! Bisakah kalian bahas yang lain saja?!” jengkelku.
“Ayolah, Na! Ayah kamu
pengusaha di Korea, namamu juga ala Korea, terus kenapa kamu tidak suka sama
sekali sama Korea sih? Terus kalau ayahmu pulang dari sana, pasti kamu
dibawakan barang-barang limited edition-nya artis Korea!”
“Hey! Bagaimanapun
caranya, AKU TIDAK AKAN SUKA K-POP! Apa itu?! Cowok-cowoknya dance, kayak banci
saja. Terus cewek-ceweknya terlalu alay lagi. Mana rata-rata mereka oplas
(Operasi Plastik) lagi. Lebih baik suka nonton anime saja, atau film horornya
barat!”
“Terserah kamu deh, Na!
Yang jelas suatu saat kamu akan suka Korea! Lihat aja nanti! Mana baju-baju,
topi, jaket, tas koreamu sudah banyak tuh di lemarimu.”
“Biarkan. IDC! (I don’t
care)”
Dengan wajah yang
memerah, aku pergi ke kantin sendiri, sedang Jessi ke kelas untuk bertemu
teman-teman lainnya. Ya, di sekolah saat ini sedang demam K-POP! Huft! Semua
temanku malah iri padaku karena ayah selalu memberikanku barang-barang limited
edition artis korea, namun aku sangat jijik dengan barang-barang tersebut,
sehingga aku menyimpannya di lemari dan hanya memakai baju yang dibelikan ibu.
Aku juga tidak enak pada ayah kalau aku menolak pemberiannya. Terkadang
teman-teman meminta barang tersebut, namun aku tidak mau karena takut membuat hati
ayah sakit.
Seperti biasa, saat membuka pintu kelas… Krek…
Aku memperlihatkan wajah datarku. Kelas yang bersih,
tenang, serta ber-AC ini tiba-tiba menjadi sangat panas, ribut! Teman-temanku
nobar (nonton bareng) MV BTS yang baru kali ini keluar, yaitu Fire! Ya, aku
bisa merasakan api saat video itu terputar, ku juga melihat yang lainnya
membahas album seventeen yang baru keluar. Ku melihat Gerry memanggilku di
sudut kelas, lalu aku menghampirinya, ternyata ia menyuruhku duduk dan
menikmati MV yang diputar di LCD. Aku hanya tersenyum tipis lalu duduk
disampingnya. Ketika aku melihat MV tersebut, rasanya aku ingin tidur dan tidak
ingin mendengarnya, rasanya gendang telingaku ingin pecah! Gerry pun melihatku
yang menunduk dan menepuk pundakku lalu ia berkata,
“Kamu kenapa, Mina?”
“Ah, aku tidak apa-apa,
Gerry. Aku cuma malas mendengar MV itu!” kataku sambil berdiri dan menunjuk MV
yang sedang diputar.
“Ohahaha…pasti rasa
kesalmu terhadap K-POP belum hilang ya? Dari SD tuh!”
“Memang.”
“Nantinya kamu yang kasihan,
Na. Semua teman-teman sudah tau bahasa korea, MV terbaru, sudah punya bias
sendiri, dan lain-lain. Sedangkan kamu tidak tau apa-apa dan nanti kamu jadi
anak yang kudet (kurang update)!”
“Biarin! Lebih baik
update film horror dengan anime!”
“Aduh, Na! Itu sudah
lewat! Saatnya untuk menyukai K-POP.”
“Jangan paksa aku!”
“Baiklah, aku tidak
memaksamu, Na. Jika kamu tertarik untuk mengenali K-POP, kamu bisa nonton MV
BTS-Danger atau Dope aja dulu.”
“Kalau T-E-R-T-A-R-I-K!
nanti aja diliat deh.”
“Okedeh, Na.”
Mendengar kata-kata
sahabatku yang berasal dari Turki, Gerry, aku hanya menghiraukan dan berharap
untuk tidak menyukainya, semoga!
“Aku pulang!” sorakku.
Aku dijemput sama Mas Gilang (sopirku). Sampai di rumah,
aku segera mengganti bajuku, dan aku melihat baju-baju dari korea. Aku mulai
mencoba memakainya, di baju itu bertuliskan bahasa hangul yang tidak aku
mengerti serta baju ini berwarna hitam putih. Aku mulai suka memakai baju ini
karena baju ini ringan dan nyaman. Setelah memakai baju dan memakai celana
pendek, aku segera membuka laptopku dan membuka youtube. Lalu aku mencari film
horror barat yang kini baru keluar. Setelah menontonnya selama 2 jam, aku mulai
bosan dan mencoba untuk mencari apa yang dikatakan tadi Gerry di sekolah. Setelah
mengetik dengan perlahan di laptop akhirnya aku menekan enter, dan yang aku
cari adalah “BTS!” Aku tidak menyangka ternyata aku mencari ini di youtube!
Search found! Wah! Pertama kalinya ku mencari ini! Aku
mulai membuka mata perlahan-lahan, dan ternyata banyak sekali -_- . Aku mulai
meng-klik MV BTS-Dope. Ternyata lagunya asyik juga! Namun aku masih ngeri
melihat wajah dan cara nge-dance mereka. Aku mulai mencari informasi tentang
mereka di paman google. Setelah melihat biodata mereka, ternyata memang mereka
laki-laki kok (ya emang!), terus tidak ada yang operasi plastik, serta memang
di Korea semua artisnya lebih diutamakan untuk tau nge-dance, pantasan! Aku
mulai men-download MV-nya, semuanya! Aku menonton MV-nya satu per satu, dan
semua lagunya asyik, tidak kalah dengan lagu barat. Terus, aku mencari di
youtube keseharian BTS, dan setelah aku menontonnya aku tambah menyukai BTS!
Entah kenapa, sejak aku mendengar lagu mereka, aku semakin ingin mendengarnya
lagi dan tambah ingin mencari tau tentang mereka. Aku mulai chat dengan Gerry
di line, aku mulai menanyakan semua huruf hangul. Gerry tidak menyangka dengan
cepat aku dapat menghafal bahasa hangul, hehe aku kan jago!
BTS, forever! Yes, akhirnya aku dapat membaca tulisan
hangul di baju ku ini, ternyata baju ini adalah yang sangat disukai Suga, salah
satu personil BTS! Kyaa! Pas dengan biasku! Ya, aku sekarang jadi tergila-gila
dengan K-POP lagi! Lagi?! Ya, karena sebetulnya aku pernah jadi K-POPers saat
kecil, ayah membelikanku boneka-boneka artis korea. Akan tetapi aku tidak mau
menyukainya karena itu membuat nilaiku jadi sangat turun! Sehingga saat itu aku
bertekad untuk tidak menyukainya lagi. Saat ini, aku harus bertekad antara
waktu dimana untuk belajar dengan menonton MV! Harus!
“Ayah? Halo, ayah?” tanyaku.
“Iya, Nak? Ada apa?”
ayahku bertanya.
“Ayah? Bisakah ayah
membelikanku semua album BTS serta baju, topi, tas, pulpen, pokoknya semua deh
yang berbau KOREA, serta harus limited edition ya!”
“Wah, sepertinya anakku
mulai suka Korea lagi nih. Baiklah nanti ayah carikan dulu yah!”
“Thanks, Dad! I love
you so much!”
“You’re welcome my
daughter!”
Akhirnya aku menutup
telepon dan segera mengerjakan PR-ku yang sudah menumpuk! Ya, hari ini aku
menyukai Korea dan menjadi fangirl lagi…
1 minggu berlalu, waktu itu selalu aku mempelajari
kembali tentang Korea, dan saatnya masuk sekolah lagi! Melewati gerbang
sekolah, dan masuk ke kelas. Semua teman-temanku terkejut perubahanku, hehe.
Hari ini aku menggunakan tas BTS berwaran hitam, jaket BTS berwarna putih yang
sudah ditanda tangani oleh BTS, serta sepatu yang digunakan BTS saat MV Forever
young. Semua temanku langsung mendatangiku dan terkejut melihatku.
“Hehehe, aku jadi
fangirl lagi. Sekarang aku mulai tertarik lagi sama Korea.” ujarku.
“Wah! Aku ingin jaketnya!
Kyaa! Ottoke’! Dimana kamu beli? Pasti ayahmu yang beli kan?” tanya Jessi dan
Gerry.
“Yap, you’re right!”
Akhirnya kami kembali
nobar MV BTS yang terbaru, yaitu Save Me. Senangnya.
Teng…teng…teng…
Bel sekolah berbunyi, dan tandanya untuk pulang! Aku
ingin cepat pulang karena aku bersama ibu akan menjemput ayah di bandara. Saat
dijemput Mas Gilang, di dalam mobil ternyata ibu sudah ikut dan kami sekarang
harus ke bandara karena 5 menit lagi pesawat ayah akan segera landing
(mendarat). Ketika kami sudah sampai di bandara ternyata sangat pas! Ayah baru
saja keluar dari bandara. Mas Gilang segera menjemput ayah dan mengangkat
barang ayah ke mobil. Saat ayah masuk ke dalam mobil aku segera memeluk ayah.
Kami pun berangkat menuju rumah. Sesampainya di rumah, aku segera membuka koper
ayah. Ayah yang melihat tingkah lakuku yang tidak sabaran menertawakanku. Aku
menghiraukannya, dan ketika aku membuka koper ayah…isinya…adalah…Album terbaru
BTS! Kemudian album terbaru Seventeen, Red Velvet, iKon, Twice, dan baju-baju
hingga sepatu BTS! Aku sangat senang melihatnya! Aku juga melihat poster-poster
artis korea yang ditanda tangani langsung oleh mereka! Senangnya! Sebetulnya,
ayahku adalah manager di SMTown (salah satu produser artis Korea yang sangat
terkenal, yaitu EXO, Red velvet, Girls generation, Super Junior, dan lain-lain.
Ketika aku mencoba topi yang dibelikan ayah, ayah memberikan ku 3 tiket pesawat
Garuda Indonesia, aku membaca tiket tersebut, dan ternyata ayah memberikanku
tiket ke Korea! Ottoke’! aku sangat senang sampai lompat-lompat dan mencium
orang tuaku. Kami akan pergi ke Korea untuk berlibur sekaligus melihat tempat
kerja ayah, dan kami akan 2 minggu disana! Yay! Ayah juga berjanji akan
memperkenalkanku dengan semua artis korea yang kusuka serta foto dengan mereka!
Senangnya! Terima kasih ayah, ibu!
Selesai
Komentar
Posting Komentar