Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Cerpen Bandu

Tahun 1915, dimana Indonesia masih dijajah oleh pasukan Belanda, disitulah ia terlahir. Ya, dia diberi nama Bandu. Ia dibesarkan dengan kegelapan dan ketakutan. Setiap detik ketika para penjajah mulai memaksa orang-orang untuk bekerja, ia hanya bisa bersembunyi di ruang bawah tanah bersama ibunya sambil berpelukan, ia menangis karena selalu melihat ayahnya disiksa oleh para penjajah dan ia hanya bisa makan ubi rebus, dimana beras yang ditanam harus diserahkan kepada pasukan Belanda sebagai hasil kerja. Tahun demi tahun berlalu, Bandu pun sudah semakin beranjak dewasa. Ia juga mulai terbiasa dengan peperangan yang terjadi di sekitarnya. Ia mulai memberanikan diri untuk membantu ayahnya, meski ia tahu bahwa ia akan disiksa. Ibunya sempat melarangnya, namun Bandu tetap bersikeras untuk membantu ayahnya. Pekerjaan pun dimulai. Kali ini para penjajah itu menyuruh orang-orang bekerja untuk membuka jalan dari kampung Bandu, Bone ke Makassar. Mereka tidak diberi makan apapun, mereka han...