Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

Lingkunganku (puisi)

Lingkunganku Karya: Aqila Dwi S. Lingkunganku…. Indah nan elok kelihatannya…. Gunung tinggi menjulang…. Keindahanmu membuat semua terpukau…. Umurmu mungkin sudah tua… Namun kau masih terlihat cantik… Gelombang lautmu yang sangat biru… Aku tak ingin meninggalkanmu… Namun sekarang kau sudah tak terawat…. Ku berharap agar mereka semua sadar akan perbuatannya…Untukmu, akan ku selalu menjagamu dan melindungimu…

Tikus-tikus Kantor (puisi)

Tikus-Tikus Kantor Karya: Aqila Dwi S. Mereka dipercaya untuk mengubah negara… Mereka diberi tanggung jawab yang sangat besar… Mereka diberi kedudukan dikantornya… Namun… Semuanya jadi hancur… Yang diberi tanggung jawab melanggarnya… Yang diberi kepercayaan melanggarnya…. Mereka mengambil! Mereka mengambil apa yang bukan miliknya! Mereka mengambil uang rakyat! Tanpa ada rasa malu…. Saat mereka tertangkap…. Mereka direkam… Mereka tersenyum…. Tanpa mereka sadar akan perbuatan mereka…. Banyak orang memberikan ia julukan si tikus… Karena sifat mereka seperti tikus… Hei tikus kantor! Bisakah kalian sadar! Kalian mengambil uang yang bukan milikmu! Itu sudah pasti, itu uang haram! Kalian membuat kami.. Para rakyat tambah menderita! Kuhanya berharap selalu… Kuingin negara ini maju… Kumohon.. Berhentilah koruptor! Berhentilah!!!

Kumpulan pantun nasihat

1) Pagi-pagi minum jamu Penyakitku makin parah Jika kamu mencintai lingkunganmu Maka Rawatlah dan jagalah 2) Jalan sore sambil makan es Aku ditemani sama Masha Jika kamu ingin sukses Selalu berdoa dan berusaha 3) Penyakit tanteku makin parah Namun umurnya tanteku sudah tua Jangan selalu cepat marah Nanti kamu cepat tua 4) Temanku bernama Malik Ia sangat takut dengan singa Selalulah kamu berbuat baik Agar kamu masuk surga

Kumpulan pantun teka-teki

1) Temanku namanya Bagogo Dia sangatlah cerdas Jika kamu merasa jago Cinta apa yang sangat luas? “Cinta Lingkungan” 2) Teman baruku bernama Saenab Dia sangat ingin kado mainan Jika kamu bisa menjawab Benda apa yang banyak dan berserakan? “Sampah” 3) Hari ini aku makan nanas Kebetulan aku bersama Rini Jika kamu merasa cerdas Sapi apa yang berwarna-warni? “Sapidol” 4) Sore hari aku les bertani Namun sayang nilaiku selalu jelek Jika kamu bisa jawab ini Dipotong panjang, disambung pendek? “Sarung”

Kumpulan pantun Jenaka

1) Adikku suka sembunyi di rawa Pulang sekolah aku merasa lelah Perutku sakit karena ketawa Lihat Ani pakai parfum bau sampah 2) Jalan-jalan ke Kota Paris Di Paris ketemu Burung Bangau Sungguh, Karin sangat manis Namun sayang hanya semut yang terpukau 3) Aku tinggal di daerah Jawa Jawa terkenal dengan tukang pahat Perutku sakit ketawa Sally pingsan ditabrak lalat 4) Kalau ada cincin patahku Jangan simpan didalam laci Kalau ada kesalahanku Jangan simpan didalam hati

Video Tutorial membuat salad buah

Video cara menggunakan rumus Vlookup, Hlookup, If, Sum, Average, Max, Min, dan Count.

Video Teknik Wawancara

Video Reportase : Menyusuri Jejak Sejarah di Goa Tengkorak, Perkampungan Padoe

Pejuang di Tapal Batas

Pejuang di Tapal Batas Aqila Dwi Salsabila “Siap…Gerak!” teriak komandan. Para tentara mulai mengikuti arahan komandan, termasuk diriku. Aku salah satu tentara yang membela dan melindungi negara tercinta. Kami dilatih untuk penilaian tentara setiap tahunnya. Setelah kami latihan baris-berbaris dan membidik lawan, saatnya kami untuk istirahat sebentar. Namaku Kasim, sekarang aku masih sebagai anak buah karena aku baru saja masuk tentara. Aku juga sudah punya istri dan ia sedang mengandung anakku. Aku tidak bisa pulang seenaknya saja, kami para tentara hanya bisa pulang saat lebaran karena negara membutuhkan kami, untuk menjaga negara. Cuaca yang panas tidak membuatku menyerah untuk tetap latihan, agar aku dapat nilai bagus dan dapat naik pangkat. Aku juga tidak menyesal mengikuti kemauanku, yaitu menjadi tentara karena ini adalah cita-citaku sejak kecil, yaitu bagaimana agar aku bermanfaat bagi negaraku, serta menjaga semua yang dipunya oleh negaraku. Setelah beristirahat seben...

Penantian yang Menyakitkan

Penantian yang Menyakitkan Aqila Dwi Salsabila             Matahari datang untuk menyinari pagi ini, dan Tasya mengambil tas selempangnya untuk pergi ke kebun. Ya, matahari semakin panas saja membuat tubuh ini menjadi keringatan, namun itu tak dapat menjadi penghalang Tasya untuk berkebun. Musim ini sudah musim panen, banyak warga sudah datang ke kebunnya untuk memanen, termasuk Tasya. Orang tua Tasya sudah tiada, namun ia tetap berusaha keras untuk mencari uang, dan ia sekarang menjadi pekebun yang sukses. Tidak lupa, setelah selesai memanen ia langsung menjualnya di pasar kota, dan hasil kebunnya selalu mendapat keuntungan yang besar. Setelah pulang dari pasar, ia menemui kekasihnya, Zikra. Zikra seorang pelaut, dan ia hanya pulang sebulan sekali. Kali ini Zikra pulang dan aka nada di desa selama seminggu. Tasya segera bertemu dengan Zikra di bawah pohon besar yang ada di desa.        ...

Mendadak Jadi K-POPers

Mendadak Jadi K-POPers Aqila Dwi Salsabila Kring…kring…kring… Alarm handphoneku berbunyi, tandanya ini sudah jam 05.00 WITA. Saatnya untuk bangun dari tempat tidur lalu mengambil wudhu dan salat Subuh. Selesai salat Subuh, aku mulai mandi dan memakai seragamku. Namaku Kim Mina Ya, dipanggil Mina. Ayahku pengusaha di Korea, sehingga saat aku lahir aku diberikan nama itu, meski aku tidak tau artinya dan aku sangat tidak suka yang berbau K-O-R-E-A. Selesai memakai seragam, aku mulai turun menggunakan lift dari lantai 3 ke lantai 1 dan menuju ke meja makan yang sangat besar. Aku duduk disamping ibuku, sambil menunggu ayah turun, para asisten rumah tanggaku mulai menyiapkan serta menyusun makanan dan minuman di atas meja makan. Melihat makanan yang sudah ada di atas meja makan, ku tak sabar untuk menyantapnya, namun ibu melarang dan menyuruhku untuk menunggu ayah. Ayah sudah datang menggunakan jas hitam dengan dasi yang sangat rapi, seperti biasa ayah akan berangkat ke Korea dan akan...

Kisahku

Kisahku Aqila Dwi Salsabila             Aku adalah seorang perempuan. Aku dijodohkan oleh orang tuaku dengan seorang laki-laki yang sederhana namun pendiam, gagah, dan aku tetap menyukainya. Kami hidup bahagia dan saling melengkapi, aku rasa dirikulah wanita yang paling beruntung di dunia. Kami dikarunia 5 anak, 3 perempuan dan 2 laki-laki. Namun ketika aku melahirkan anakku yang ke-5 , setelah berberapa tahun kemudian aku harus bertengkar dengan suamiku, untuk pertama kalinya! Aku tidak menyangka kami akan berkelahi sebesar itu, sampai-sampai aku harus menitipkan anak-anakku kepada rumah adik agar mereka tidak khawatir dan tidak menangis melihat ini. Kami akhirnya pisah ranjang hingga pada akhirnya, saat ulang tahun pernikahan, kami harus cerai. Tidak ada lagi jalan keluar dari masalah ini. Hanya masalah katanya, tapi menurutku ini masalah besar! Ya, ia telah selingkuh dengan wanita yang lebih muda serta orangnya mampu. Mema...